Sabtu, 31 Maret 2012
Senin, 19 Maret 2012
Indahnya Alam Minangkabau
Alam Minangkabau selalu dipuja keindahannya oleh pengunjung yang datang ke Ranah Minang, semua mengatakan alam Sumatera Barat ini sangat Indah. Sebenarnya benar seperti apa yang dikatakan pengunjung tersebut, dimana -mana terlihat pemandangan alam yang luar biasa indahnya.
Namun semua itu akan menjadi persoalan suatu saat nanti, kita dapat melihat Lembah Anai yang indah, namun kini bermunculan bangunan-bangunan darurat yang dibangun pengelola pariwisata amatir yang terkesan dibiarkan oleh pemerintah daerah, yang akhirnya nanti akan menjadi kawasan kumuh, kawasan tidak terencana yang pada akhirnya merusak keindahan alam itu sendiri.
Kawasan objek wisata seperti danau Maninjau, danau Singkarak, pemerintah daerah membiarkan masyarakat membangun dipinggir danau menutupai pandangan dari jalan arah kedanau, bangunan ini tidak saja dibangun oleh masyarakat kecil, tapi juga pemodal. Keindahan danau suatu hari nanti tidak akan dapat dinikmati lagi karena sudah tertutup sama sekali, orang tidak akan mengetahui ada danau kalau tidak melihat dari belakang dapur, belakang rumah dll.
Sumberdaya manusia Sumatera Barat dulu ternama, dibuktikan dengan tokoh-tokoh semenjak zaman perjuangan melawan penjajah belanda, namun kini apa masih ada orang Sumatera Barat yang peduli dengan Minangkabau.
Kalau pariwisata Sumatera Barat tidak mempunyai Rencana Induk sampai rencana tapak kawasan, suatu hari nanti pariwisata Sumatera Barat akan sirna dengan sendirinya.
Kita tidak melihat ini setelah bebarapa kali pergantian Gubernur Sumatera Barat, namun Gubernur Sumatera Barat sekarang juga sepertinya kebingungan apa yang harus dikerjakannya.
Dari gambar yang ada dapat dilihat betapa indahnya alam Minangkabau, yang suatu hari nanti anak cucu kita tidak akan menikmatinya lagi.
Namun semua itu akan menjadi persoalan suatu saat nanti, kita dapat melihat Lembah Anai yang indah, namun kini bermunculan bangunan-bangunan darurat yang dibangun pengelola pariwisata amatir yang terkesan dibiarkan oleh pemerintah daerah, yang akhirnya nanti akan menjadi kawasan kumuh, kawasan tidak terencana yang pada akhirnya merusak keindahan alam itu sendiri.
Kawasan objek wisata seperti danau Maninjau, danau Singkarak, pemerintah daerah membiarkan masyarakat membangun dipinggir danau menutupai pandangan dari jalan arah kedanau, bangunan ini tidak saja dibangun oleh masyarakat kecil, tapi juga pemodal. Keindahan danau suatu hari nanti tidak akan dapat dinikmati lagi karena sudah tertutup sama sekali, orang tidak akan mengetahui ada danau kalau tidak melihat dari belakang dapur, belakang rumah dll.
Sumberdaya manusia Sumatera Barat dulu ternama, dibuktikan dengan tokoh-tokoh semenjak zaman perjuangan melawan penjajah belanda, namun kini apa masih ada orang Sumatera Barat yang peduli dengan Minangkabau.
Kalau pariwisata Sumatera Barat tidak mempunyai Rencana Induk sampai rencana tapak kawasan, suatu hari nanti pariwisata Sumatera Barat akan sirna dengan sendirinya.
Kita tidak melihat ini setelah bebarapa kali pergantian Gubernur Sumatera Barat, namun Gubernur Sumatera Barat sekarang juga sepertinya kebingungan apa yang harus dikerjakannya.
Dari gambar yang ada dapat dilihat betapa indahnya alam Minangkabau, yang suatu hari nanti anak cucu kita tidak akan menikmatinya lagi.
Kamis, 26 Januari 2012
KEPEDULIAN
Tidak lagi ada kepedulian yang hakiki dari Pemerintah Daerah, kalau dilihat dan dibaca sangat banyak kepedulian dari para pejabat kalau kepedulian itu dapat dipublikasikan dan malah dapat penghargaan, tapi kepedulian hakiki seperti sebuah halte yang rubuh dan ditopang oleh masyarakat sekitar, namun hal ini sangat membahayakan. Masyarakat sudah peduli menopangnya, tapi Pemerintah Daerah melalui Unit Kerja terkait masih belum peduli.
Kalau sampai halte ini rubuh dan menimpa anak-anak yang menunggu angkot, dapat menimbulkan korban jiwa karena halte ini terbuat dari rangka baja dan sangat berat, tanya pada diri sendiri seandainya anak-anak kita yang menjadi korban, tapi kemungkinan tidak ada karena anak-anak para pejabat tidak pernah naik angkutan kota.
Kalau sampai halte ini rubuh dan menimpa anak-anak yang menunggu angkot, dapat menimbulkan korban jiwa karena halte ini terbuat dari rangka baja dan sangat berat, tanya pada diri sendiri seandainya anak-anak kita yang menjadi korban, tapi kemungkinan tidak ada karena anak-anak para pejabat tidak pernah naik angkutan kota.
Senin, 23 Januari 2012
KONVENSI NASIONAL YAYASAN DANAMON PEDULI
Pada tangal 17 Januari 2012, Yayasan Danamon Peduli bekerjasama dengan Pemerintah Kota Payakumbuh melaksanakan Konvensi Nasional ke-4 Pengolahan Sampah Pasar menjadi Pupuk Kompos Berkualitas Tinggi. Kegiatan ini diikuti oleh 31 Kota dan Kabupaten se Indonesia.
Sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) dari salah satu Bank terkemuka di Indonesia, Yayasan Danamon Peduli (YDP) selama ini lebih dikenal dengan program Danamon Go Green dimana YDP bekerja sama dengan 31 pemerintah Kota/Kabupaten di Indonesia mengkonversi sampah organik yang berasal dari pasar tradisional menjadi pupuk organik berkualitas tinggi.
Kesempatan ini juga dimanfaatkan peserta melaksanakan kunjungan wisata ke Ngalau Indah Payakumbuh dan Lembah Harau.
Minggu, 11 Desember 2011
DENPASAR
Hotel ini milik kementerian PU yang dikelola oleh Dirjen Penataan Ruang, lokasinya di Jalan Danau Tamblingan sampai kebibir pantai Sanur, hotel yang bersih, rapi dan asri dengan arsitektur Bali.Pagi sebelum sarapan saya kepantai Sanur yang masih sunyi, terasa kedamaian dan kenyamanan, pagi siang dan malam saya kemanapun tidak pernah ada gangguan.
lantas pelayan menatakan bapak pasti orang Bali.
Betapa pedulinya Walikota terpilih terhadap kebersihan dan lingkungan, mudah-mudahan banyak lagi walikota-walikota seperti beliau dimasa mendatang
Senin, 05 Desember 2011
Uji Coba Pemanfaatan TPA Regional Payakumbuh
Hari Senin 5 Desember 2011, saya bersama tenaga ahli konsultan yang melakukan kajian peningkatan pengelolaan TPA UPTD menjadi BLUD,dari Direktorat PPLP Kementrian Pekerjaan Umum, melakukan peninjauan ke TPA Regional Payakumbuh.
TPA Regional Payakumbuh ini belum beroperasional secara resmi karena menunggu pembentukan kelembagaan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta belum terlaksananya fasilitasi pembahasan kerjasama pemanfaatan oleh pemerintah provinsi Sumatera Barat terhadap daerah yang bekerjasama.
Uji coba yang dilaksanakan Bidang Kebersihan Dinas Tata Ruang dan Kebersihan kota Payakumbuh, ternyata sungguh sangat mengecewakan dan membuat kita sangat sedih.
Sampah tidak dibuang melewati jalan menuju sel sampah, tapi dijatuhkan ditebing sel sampah yang dilapisi geo membran dan geo textil, yang mengakibatkan geo membran sobek dan geo textil hancur sama sekali.
Sampah yang diratakan juga tidak dilaksanakan penimbunan setiap hari sehingga populasi lalat tidak dapat diputus, dan kolam pengolahan lindi tidak dapat melakukan proses pengolahan dengan benar yang menyebabkan air yang dilepas kesaluran umum berwarna hitam pekat dan bau menyengat.
Pembangunan infrastruktur persampahan yang begitu mahal dibiayai oleh kementerian Pekerjaan Umum menjadi sia-sia seketika karena kecerobohan dan ketidaktahuan pemanfaatan yang dilaksanakan.
Saya masih ingat Kasubdit Pengaturan Direktorat PPLP Kementrian PU ibu Endang Setyaningrum sewaktu acara pembahasan pembentukan kelembagaan TPA Regional di Hotel Pangeran Padang tanggal 2 November 2011 mengatakan kita sudah sangat lelah mengurus TPA Regional dan kita sangat sedih melihat infrastruktur yang dibangun di TPA Regional BANGLI hancur dan rusak karena kesalahan operasional.
Kita semua lelah mengurus kelembagaan TPA Regional Payakumbuh yang tidak kunjung terselesaikan karena pemerintah provinsi Sumatera Barat sebagai fasilitator tidak fokus dan terkesan sangat lalai, ternyata kota Payakumbuh sendiri yang melakukan uji coba pemanfaatan malah merusak infrastruktur yang ada.
Kita semua perlu manyadari kesalahan yang telah diperbuat dan belajar lagi tentang SOP TPA Sanitarry Landfill , sehingga investasi yang begitu besar untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dipelihara dengan benar dan semua kita secara pribadi punya tanggungjawab untuk memelihara. Pada gambar diatas dapat dilihat kesalahan operasional dan akibat yang ditimbulkan.
TPA Regional Payakumbuh ini belum beroperasional secara resmi karena menunggu pembentukan kelembagaan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta belum terlaksananya fasilitasi pembahasan kerjasama pemanfaatan oleh pemerintah provinsi Sumatera Barat terhadap daerah yang bekerjasama.
Uji coba yang dilaksanakan Bidang Kebersihan Dinas Tata Ruang dan Kebersihan kota Payakumbuh, ternyata sungguh sangat mengecewakan dan membuat kita sangat sedih.
Sampah tidak dibuang melewati jalan menuju sel sampah, tapi dijatuhkan ditebing sel sampah yang dilapisi geo membran dan geo textil, yang mengakibatkan geo membran sobek dan geo textil hancur sama sekali.
Sampah yang diratakan juga tidak dilaksanakan penimbunan setiap hari sehingga populasi lalat tidak dapat diputus, dan kolam pengolahan lindi tidak dapat melakukan proses pengolahan dengan benar yang menyebabkan air yang dilepas kesaluran umum berwarna hitam pekat dan bau menyengat.
Pembangunan infrastruktur persampahan yang begitu mahal dibiayai oleh kementerian Pekerjaan Umum menjadi sia-sia seketika karena kecerobohan dan ketidaktahuan pemanfaatan yang dilaksanakan.
Saya masih ingat Kasubdit Pengaturan Direktorat PPLP Kementrian PU ibu Endang Setyaningrum sewaktu acara pembahasan pembentukan kelembagaan TPA Regional di Hotel Pangeran Padang tanggal 2 November 2011 mengatakan kita sudah sangat lelah mengurus TPA Regional dan kita sangat sedih melihat infrastruktur yang dibangun di TPA Regional BANGLI hancur dan rusak karena kesalahan operasional.
Kita semua lelah mengurus kelembagaan TPA Regional Payakumbuh yang tidak kunjung terselesaikan karena pemerintah provinsi Sumatera Barat sebagai fasilitator tidak fokus dan terkesan sangat lalai, ternyata kota Payakumbuh sendiri yang melakukan uji coba pemanfaatan malah merusak infrastruktur yang ada.
Kita semua perlu manyadari kesalahan yang telah diperbuat dan belajar lagi tentang SOP TPA Sanitarry Landfill , sehingga investasi yang begitu besar untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dipelihara dengan benar dan semua kita secara pribadi punya tanggungjawab untuk memelihara. Pada gambar diatas dapat dilihat kesalahan operasional dan akibat yang ditimbulkan.
Langganan:
Postingan (Atom)


