Rabu, 30 Mei 2012


ELPIJI
Untuk memahami sebuah kegiatan pembangunan SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji) yang dilakukan oleh sebuah perusahaan swasta di Jalan Lingkar Utara Payakumbuh kelurahan Kubu Gadang kecamatan Payakumbuh Barat, saya ingin mengajak semua pihak mengetahui dan dapat mengerti tentang SPPBE ini, agar tidak timbul provokasi yang tidak benar dalam masyarakat.

Lokasi pembangunan SPPBE ini dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Payakumbuh berada pada kawasan perkebunan yang berjarak dengan pemukiman masyarakat lebih kurang 500 meter. Kawasan ini dianggap cukup aman karena disekitarnya bukan kawasan pemukiman, pendidikan  dan atau kawasan yang intensitas aktivitas penduduk yang padat serta lokasinya berada dikoridor jalan Lingkar Utara yang merupakan Arteri Primer kota Payakumbuh.

SPPBE bukanlah industri yang meproduksi sesuatu, tapi hanya stasiun penyimpanan sementara  dan pengisisan gas Elpiji ke tabung 12 kg dan 50 kg, yang selanjutnya akan didistribusikan oleh distributor kepada masyarakat.
Tanki penyimpanan sementara Elpiji berada diluar tidak dalam tanah seperti Tanki BBM di SPBU, Tanki ini dirancang sedemikian rupa yang kuat terhadap tekanan dari dalam maupun dari luar.
Operasional SPPBE sangat ketat sekali dengan sistem keamanan standar PERTAMINA, Kalaupun terjadi kebocoran yang kemungkinannya sangat kecil sekali, gas yang lepas akan sangat cepat menguap diudara terbuka dan tidak akan mencemari tanah dan air disekitar.

Berita yang biasa didengar di Televisi ataupun media lainnya tentang kecelakaan akibat gas dirumahtangga kadang tidak proporsional, karena kebakaran bukan diakibatkan meledaknya tabung gas, tapi karena salah mengoperasikan perangkat kompor gas, seperti pemasangan regulator yang salah, karet pentil tidak terpasang, slang yang bocor dan regulator yang tidak memenuhi standar Nasional. Pernah kejadian kebakaran akibat lilin disebuah toko dijalan Imam Bonjol persis dibelakang rumah saya beberapa tahun lalu, sementara dalam toko tersebut terdapat belasan tabung gas, sampai api dipadamkan tidak satupun tabung gas yang meledak sementara semua tabung sudah menghitam terbakar.
Dengan demikian tidak perlu ada kecemasan dengan pembangunan SPPBU ini ditengah masyarakat karena menurut saya ada beberapa faktor:
1.  Lokasi SPPBE tidak dikawasan pemukiman masyarakat dan berjarak lebih kurang 500 meter dari pemukiman.
2.  Standar keamanan yang diterapkan dalam operasional SPPBE sangat ketas yang ditetapkan oleh PERTAMINA.
3.   LPG (liquified petroleum gas) tidak merusak air dan tanah karena penyimpanannya yang sangat aman, juga gas  sifatnya sangat cepat menguap di udara terbuka dan tidak membahayakan kesehatan.

Dampak positif dengan adanya SPPBE di kota Payakumbuh :
1.  Kota Payakumbuh biasanya dapat pasokan Elpiji melalui distributor dari SPPBE di Padang, yang masalah yang ditimbulkan disamping biaya angkut yang ditanggung konsumen juga keterlambatan pasokan, dengan hadirnya SPPBE di Payakumbuh hal tersebut sudah pasti teratasi.
2.  Dengan beroperasinya SPPBE ini akan dapat menyerap tenaga kerja dari kawasan disekitar lokasi SPPBE ini.
3.  Disamping tenaga kerja, akan ada dampak ikutan kepada kegiatan lain karena armada pengangkut tabung Elpiji dari Sumatera Barat Utara akan berkumbul di Jalan Lingkar Utara, akan berdampak kepada timbulnya pelayanan jasa seperti rumah makan dan warung minuman atau pelayanan lainnya.

BEBERAPA REFERENSI MENGENAI LPG (liquified petroleum gas)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Elpiji, pelafalan bahasa Indonesia dari akronim bahasa Inggris; LPG (liquified petroleum gas, harafiah: "gas minyak bumi yang dicairkan"), adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. Komponennya didominasi propana (C3H8) dan butana (C4H10). Elpiji juga mengandung hidrokarbon ringan lain dalam jumlah kecil, misalnya etana (C2H6) dan pentana (C5H12).
Dalam kondisi atmosfer, elpiji akan berbentuk gas. Volume elpiji dalam bentuk cair lebih kecil dibandingkan dalam bentuk gas untuk berat yang sama. Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair dalam tabung-tabung logam bertekanan. Untuk memungkinkan terjadinya ekspansi panas (thermal expansion) dari cairan yang dikandungnya, tabung elpiji tidak diisi secara penuh, hanya sekitar 80-85% dari kapasitasnya. Rasio antara volume gas bila menguap dengan gas dalam keadaan cair bervariasi tergantung komposisi, tekanan dan temperatur, tetapi biasaya sekitar 250:1.
Tekanan di mana elpiji berbentuk cair, dinamakan tekanan uap-nya, juga bervariasi tergantung komposisi dan temperatur; sebagai contoh, dibutuhkan tekanan sekitar 220 kPa (2.2 bar) bagi butana murni pada 20 °C (68 °F) agar mencair, dan sekitar 2.2 MPa (22 bar) bagi propana murni pada 55 °C (131 °F).
Menurut spesifikasinya, elpiji dibagi menjadi tiga jenis yaitu elpiji campuran, elpiji propana dan elpiji butana. Spesifikasi masing-masing elpiji tercantum dalam keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Nomor: 25K/36/DDJM/1990. Elpiji yang dipasarkan Pertamina adalah elpiji campuran.

 

S P P B E
SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji ) merupakan filling plant milik swasta yang melakukan pengangkutan LPG dalam bentuk curah dari filling plant PT. Pertamina dan melakukan pengisian tabung-tabung LPG untuk para agen PT.Pertamina yang
 Sarana dan Prasarana Standar yang Wajib Dimiliki oleh Setiap SPPBE
  • Memenuhi kelengkapan fasilitas standar:
    • Peralatan dan kelengkapan filling LPG sesuai dengan standar PT. Pertamina yang terdiri dari:
      • Storage Tank;
      • LPG Filling Machines;
      • Chain Conveyor;
      • Pengosong Tangki.
    • Duiker, dibutuhkan untuk saluran air umum di depan bangunan SPPBE
    • Sensor api dan perangkat Pemadam kebakaran
    • Generator
    • Racun Api
    • Fasilitas umum:
      • Toilet;
      • Mushola;
      • Lahan parkir.
    • Instalasi listrik dan air yang memadai
    • Rambu-rambu standar PT. Pertamina:
      • Dilarang merokok;
      • Jagalah kebersihan;
      • Tata cara penggunaan alat pemadam kebakaran.
    • Pelaksanaan operasional SPPBE harus sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure) PT. Pertamina
    • Perekrutan dan pengadaan karyawan adalah tanggung jawab pemohon, dan para pekerja diwajibkan bekerja sesuai dengan etika kerja standar PT. Pertamina.
Aturan Umum Mengenai Lokasi/ Penempatan, Intensitas dan Tata Massa Bangunan
  • Lokasi/Penempatan
    SPPBE bisa dibangun di daerah mana saja yang bukan merupakan daerah pemukiman dan berada disekitar SUTET
  • Pencahayaan
    SPPBE memiliki lampu penerangan yang menerangi seluruh area operasional.
 Pelaksanaan Operasional
  • Pelaksanaan operasional SPPBE harus sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure) PT. Pertamina.
  • Perekrutan dan pengadaan karyawan adalah tanggung jawab pemohon, dan para pekerja diwajibkan bekerja sesuai dengan etika kerja standar PT. Pertamina. 
Tulisan ini disampaikan untuk meluruskan pemahaman yang kurang tepat terhadap SPPBE di sebagian masyarakat, dan ini semua demi kebaikan masyarakat Payakumbuh secara keseluruhan, dan saya juga kurang sependapat dengan dikotomi sempit yang mengatakan saya orang Payakumbuh Asli. Asli , asalkan dalam dirinya tersimpat sifat baik dan bertekad membangun Payakumbuh kenapa harus dibedakan.



 

Rabu, 23 Mei 2012

PEMILU KADA PAYAKUMBUH


Beberapa pasang calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Payakumbuh sudah ditetapkan KPU, dan berarti rakyat Payakumbuh akan memilih salah satu pasangan yang sudah ditetapkan. Dilihat dari baliho, spanduk dan berita masing-masing calon Walikota dan Wakilnya semua menulis kata-kata yang muluk seperti " Merakyat dan bekerja untuk rakyat", "Bersama membangun Payakumbuh" dll.
Rakyat dimanapun di Indonesia yang sudah cerdas mengamati kondisi pemerintahan baik ditingkat pusat maupun di daerah yang rata-rata amburadul, dapat menilai siapa orangnya, bagaimana karakternya dan apa misi sebenarnya. Namun kadang rakyat dipojokkan kepada hanya itu yang akan dipilih, dan dalam kondisi ini terpaksa memilih.
Kadang kepala daerah terpilih mencari popularitas dengan coba-coba, sementara peraturan perundangan yang diterbitkan pemerintah tidak membatasi coba-coba, yang akhirnya coba-coba yang tidak tepat dijadikan acuan dan puji sebagai keberhasilan.
Memang pelaksanaan tugas pemerintahan semakin sulit karena untuk melaksanakan suatu pekerjaan contohnya pengelolaan keuangan, prosedurnya sangat panjang dan rumit serta membutuhkan tenaga yang banyak, namun kita lihat ini diciptakan juga tidak lebih dari coba-coba yang kita digiring harus melaksanakan seperti yang digariskan, sementara secara substansi sulit untuk dicapai.
Kita harapkan dalam PEMILUKADA PAYAKUMBUH tahun ini, Walikota terpilih tidak hanya memiliki ambisi kekuasaan tapi juga harus segera mempelajari dan memahami apa itu Pemerintahan, karena pemerintahan tidak sama dengan usaha atau korporasi.
Dalam pemerintahan tidak ada untung rugi, tapi tetap ada efisiensi, bagaimana roda pemerintahan bisa berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada serta tugas-tugas pemerintahan dalam mengatur, mengayomi dan melayani masyarakat dapat terpenuhi sesuai koridor yang sudah ditetapkan.
Semoga semua calon membuka diri untuk mempelajari apa itu pemerintahan yang sebenarnya dan bukan hanya membawa pengalaman dan pendidikan yang dimiliknya untuk menjadi Walikota yang  sangat berbeda dengan sistem pemerintahan itu sendiri.

Senin, 19 Maret 2012

Indahnya Alam Minangkabau

Alam Minangkabau selalu dipuja keindahannya oleh pengunjung yang datang ke Ranah Minang, semua mengatakan alam Sumatera Barat ini sangat Indah. Sebenarnya benar seperti apa yang dikatakan pengunjung tersebut, dimana -mana terlihat pemandangan alam yang luar biasa indahnya.
Namun semua itu akan menjadi persoalan suatu saat nanti, kita dapat melihat Lembah Anai yang indah, namun kini bermunculan bangunan-bangunan darurat yang dibangun pengelola pariwisata amatir yang terkesan dibiarkan oleh pemerintah daerah, yang akhirnya nanti akan menjadi kawasan kumuh, kawasan tidak terencana yang pada akhirnya merusak keindahan alam itu sendiri.
Kawasan objek wisata seperti danau Maninjau, danau Singkarak, pemerintah daerah membiarkan masyarakat membangun dipinggir danau menutupai pandangan dari jalan arah kedanau, bangunan ini tidak saja dibangun oleh masyarakat kecil, tapi juga pemodal. Keindahan danau suatu hari nanti tidak akan dapat dinikmati lagi karena sudah tertutup sama sekali, orang tidak akan mengetahui ada danau kalau tidak melihat dari belakang dapur, belakang rumah dll.
Sumberdaya manusia Sumatera Barat dulu ternama, dibuktikan dengan tokoh-tokoh semenjak zaman perjuangan melawan penjajah belanda, namun kini apa masih ada orang Sumatera Barat yang peduli dengan Minangkabau.
Kalau pariwisata Sumatera Barat tidak mempunyai Rencana Induk sampai rencana tapak kawasan, suatu hari nanti pariwisata Sumatera Barat akan sirna dengan sendirinya.
Kita tidak melihat ini setelah  bebarapa kali pergantian Gubernur Sumatera Barat, namun Gubernur Sumatera Barat sekarang juga sepertinya kebingungan apa yang harus dikerjakannya.



Dari gambar yang ada dapat dilihat betapa indahnya alam Minangkabau, yang suatu hari nanti anak cucu kita tidak akan menikmatinya lagi.

Kamis, 26 Januari 2012

KEPEDULIAN

Tidak lagi ada kepedulian yang hakiki dari Pemerintah Daerah, kalau dilihat dan dibaca sangat banyak kepedulian dari para pejabat kalau kepedulian itu dapat dipublikasikan dan malah dapat penghargaan, tapi kepedulian hakiki seperti sebuah halte yang rubuh dan ditopang oleh masyarakat sekitar, namun hal ini sangat membahayakan. Masyarakat sudah peduli menopangnya, tapi Pemerintah Daerah melalui Unit Kerja terkait masih belum peduli.
Kalau sampai halte ini rubuh dan menimpa anak-anak yang menunggu angkot, dapat menimbulkan korban jiwa karena halte ini terbuat dari rangka baja dan sangat berat, tanya pada diri sendiri seandainya anak-anak kita yang menjadi korban, tapi kemungkinan tidak ada karena anak-anak para pejabat tidak pernah naik angkutan kota.

Senin, 23 Januari 2012

KONVENSI NASIONAL YAYASAN DANAMON PEDULI

Pada tangal 17 Januari 2012, Yayasan Danamon Peduli bekerjasama dengan Pemerintah Kota Payakumbuh melaksanakan Konvensi Nasional ke-4 Pengolahan Sampah Pasar menjadi Pupuk Kompos Berkualitas Tinggi. Kegiatan ini diikuti oleh 31 Kota dan Kabupaten se Indonesia.

Sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) dari salah satu Bank terkemuka di Indonesia, Yayasan Danamon Peduli (YDP) selama ini lebih dikenal dengan program Danamon Go Green dimana YDP bekerja sama dengan 31 pemerintah Kota/Kabupaten di Indonesia mengkonversi sampah organik yang berasal dari pasar tradisional menjadi pupuk organik berkualitas tinggi. 


Kesempatan ini juga dimanfaatkan peserta melaksanakan kunjungan wisata ke Ngalau Indah Payakumbuh dan Lembah Harau.